RaMi Secret

Rahasia Petualangan Travel RaMi

5 Masjid Terbesar di Aceh yang harus dikunjungi

Aceh yang dijuluki dengan Serambi Mekah memiliki banyak obyek wisata religi berarsitektur indah dan pemandangan mempesona. Tidak kalah dengan tempat wisata religi yang ada di negara-negara Timur Tengah atau Eropa. Apa saja tempat wisata religi di Aceh? Berikut ulasannya mengenai 5 Masjid Terbesar di Aceh yang harus dikunjungi :

5 Masjid Terbesar di Aceh yang harus dikunjungi

1. Masjid Raya Baiturrahman
Salah satu masjid yang merupakan bangunan paling megah di Asia Tenggara adalah Masjid Raya Baiturrahman. Masjid yang terletak di pusat kota ini berhias ukiran nan indah. Selain itu halamannya pun amat luas. Udara yang sejuk akan menyelimuti anda ketika masuk ke dalam masjid. Bangunan megah ini merupakan saksi bisu sejarah Aceh dan kebanggaan masyarakat Aceh. Masjid Baiturrahman juga mempunyai menara yang menjulang tinggi dan membuatnya makin menarik minat wisatawan untuk berkunjung. Pembangunan masjid dilakukan pada tahun 1612 M (Kesultanan Iskandar Muda). Masjid yang memiliki panggilan sayang ‘Mesra Baiturrahman’ atau singkatan dari nama masjid tersebut, mempunyai 7 kubah. Dan pada salah satu sudut pekarangan masjid, anda dapat melihat prasasti yang mengabadikan riwayat kematian Jenderal Belanda J.H.R. Kohler disertai 400 pasukan.

2. Masjid Agung Kota Meulaboh

Masjid yang terletak di pusat kota ini, tepatnya berada di Jalan Imam Bonjol, Meulaboh. Bangunan tersebut adalah salah satu obyek wisata religi Aceh yang populer.

Terkenal dengan keindahan arsitektur dan kubah menjulang berwarna terang. Jadi sayang untuk dilewatkan begitu saja jika anda sedang  berkunjung ke aceh namun tidak mengunjungi masjid agung kota meulaboh ini yang memiliki keindahan dan keunikan bangunan yang akan membuat anda terpanah akan keindahan masjid agung kota meulaboh ini.

3. Masjid Baitul Musyahadah

Lokasi wisata religi Aceh selanjutnya adalah Masjid Baitul Musyahadah. Apa sajakah daya tarik obyek wisata tersebut? Yang pertama tentu karena keindahan arsitekturnya, yang kedua adalah keunikan kubahnya yang berbentuk replika topi khas Aceh yang bernama kupiah meukeutop. Jadi Masjid Baitul Musyahadah juga dikenal dengan nama Masjid Meukeutop. Kupiah meukeutop sendiri mempunyai filosofi yang sangat tinggi bagi warga Aceh dikarenakan warna warninya merupakan perlambang unsur agama islam, kepahlawanan, dan kerajaan. Untuk tingkatan kupiah sendiri, merupakan simbol hukum islam, reusam, adat istiadat, dan qanun. Selain kubah utama, kupiah meukeutop pun ada di atas gerbang masjid dan juga dekat mimbar.

Ornamen khas Aceh pun tampak di pintu besi sekeliling masjid dan dinding masjidnya. Awal mula pembangunan masjid yang merupakan swadaya masyarakat ini dilakukan tahun 1989. Rencana dan rancangan arsitektur dibuat oleh cendekiawan Aceh yang termasyur bernama Prof. Ali Hasjmi dengan nama awal Masjid Al-Ikhlas. Selanjutnya pada tahun 1993, masjid diganti nama menjadi Baitul Musyadah dan diresmikan secara langsung oleh gubernur Aceh kala itu didampingi KH. Zainuddin MZ. Masjid berbentuk segi 5, sebagai simbol rukun islam yang berjumlah 5 dan harus dilaksanakan. Untuk pemilihan kupiah meukeutop didasari keinginan mengabadikan semangat juang Teuku Umar. Alamat obyek wisata ini : Jalan Teuku Umar, Setui. Seberang Suyuza Mall.

4.Masjid Baiturrahim
Namanya Masjid Baiturrahim. Bangunan yang menjadi salah satu saksi bisu tsunami Aceh pada tahun 2004 silam, di mana bangunan ini masih tegak berdiri walau diterjang tsunami yang dahsyat. Ya, satu-satunya bangunan yang masih berdiri tegak di kawasan Ulee Lheue. Masjid yang pada awal berdirinya bernama Masjid Jamik Ulee Lheue ini adalah peninggalan dari Sultan Aceh pada abad ke-17. Masjid ini pernah dibakar Belanda tahun 1873 dan mempunyai arsitektur khususnya di bagian depannya yang bergaya Eropa. Ketika anda berkunjung kemari otomatis anda juga akan mengunjungi situs ziarah tsunami Aceh. Bagi yang ingin berkunjung, silakan datang ke Bundaran Ulee Lheue tepat di Kecamatan Meuraxa bagian kiri, menuju pelabuhan ferry. Mengenang tsunami 2004, terdapat ruang khusus yang memajang foto-foto tsunami Aceh.

5.Masjid Teuku Dianjong

Lurus dari Kuil Palani Andawer, menempuh perjalanan sekitar 10 menit, anda akan temukan sebuah bangunan masjid bersejarah bernama Masjid Teuku Di Anjong. Lokasinya di Gampong Peulanggahan, Kecamatan Kuta Raja. Masjid yang dibangun oleh Sayyid Abu Bakar bin Husein Bafaqih ini ada sejak abad ke-18. Perlu diketahui bahwa Sayyid Abu Bakar adalah saudagar yang berasal dari Arab dan merantau ke Aceh untuk berdagang, yang pada akhirnya juga turut menyebarkan ajaran islam di Serambi Mekah. Masjid ini tak mempunyai kubah, tetapi atapnya bertingkat-tingkat, mengingatkan pada arsitektur bangunan Jawa. Gelar karamah Teuku Chik Di Anjong kemudian diberikan kepadanya dan dijadikan pula sebagai nama masjid. Saat berkunjung ke masjid ini, tak hanya dapat pengalaman wisata religi akan tetapi juga wisata sejarah.

Di masjid tersebut dapat dijumpai pula prasasti mengenai riwayat pembangunan masjid, makam Sayyid Abu Bakar beserta keluarganya dan juga ulama Arab lain, tugu untuk mengenang tsunami, serta prasasti yang mengabadikan masyarakat Peulanggahan yang hilang saat tsunami, masjid tempat Teuku Umar “bersumpah” ketika melakukan penyamaran turut bersama tentara Belanda.

Incoming search terms:

  • masjid terbesar Aceh
  • Sepuluh mesjid megah di aceh

1 Comment

  1. I really love your blog.. Excellent colors & theme.
    Did you make this site yourself? Please reply back as I’m
    trying to create my very own site and want to know where you got
    this from or exactly what the theme is named.
    Appreciate it!

Comments are closed.

RaMi Secret © 2017